20 Contoh Artikel Ilmiah Populer Singkat Berbagai Tema
Artikel ilmiah populer merupakan jenis tulisan yang menyampaikan hasil penelitian atau informasi ilmiah dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Artikel ini menggunakan bahasa populer agar dapat menjangkau pembaca umum.
Biasanya, artikel ilmiah populer diterbitkan di media seperti majalah, website kampus, surat kabar, dan platform online. Tujuan penulisan artikel ilmiah populer adalah untuk menyebarkan pengetahuan ke masyarakat luas tanpa membatasi pembaca pada kalangan akademik saja.
Namun, seperti apa sih artikel ilmiah populer itu? Yuk, kita simak beberapa contohnya dari berbagai tema menarik di bawah ini!
Pengertian Artikel Ilmiah Populer
Artikel ilmiah populer adalah tulisan yang menyampaikan hasil penelitian dengan gaya bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dipahami. Struktur artikel ini biasanya terdiri dari judul, nama penulis, paragraf pembuka, isi, dan penutup. Meski singkat dan padat, artikel ilmiah populer tetap mengutamakan keakuratan informasi ilmiah. Bedanya, penyampaiannya dibuat lebih santai dan menarik, sehingga pembaca merasa nyaman memahami topiknya tanpa perlu latar belakang ilmiah yang mendalam.
contoh artikel ilmiah populer unair
Salah satu contoh artikel ilmiah populer yang dimuat dalam website kampus (Sumber: unair.ac.id)
Baca Juga: Contoh Artikel Singkat & Menarik dari Berbagai Tema
Contoh Artikel Ilmiah Populer
Setelah mengetahui pengertian dan struktur artikel ilmiah populer, yuk simak contoh berikut ini agar semakin paham!
1. Contoh Artikel Ilmiah Populer Singkat
Pentingnya Kesehatan Mental di Dunia Kerja dan Cara Mengelolanya
Oleh: Kusariani Adinda
Belakangan ini, isu kesehatan mental sering diperbincangkan oleh banyak kalangan, salah satunya di dunia kerja. Di lingkungan kerja sendiri, kesehatan mental yang stabil dan terjaga akan membuat para karyawan lebih bahagia dan produktif dalam bekerja. Hal ini didorong oleh perusahaan serta para atasan yang suportif dan apresiatif, sehingga para karyawan menjadi lebih semangat dalam mencapai target perusahaan serta menimbun ilmu dari pekerjaan yang dilakukan.
Menurut Celestinus Eigya Munthe selaku Direktur Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan, terjadi peningkatan gangguan kesehatan mental saat pandemi terjadi di tahun 2020, seperti 6,8% meningkatnya penderita gangguan kecemasan dan 8,5% mengalami depresi. Kemudian, Kementerian Kesehatan RI juga mencatat bahwa lebih dari 1.000 orang melakukan percobaan bunuh diri. Munculnya gangguan kesehatan jiwa ini berawal dari burnout yang berkepanjangan.
Dalam dunia kerja, hal ini dipicu oleh banyaknya tekanan dari perusahaan yang berimbas secara psikologis dan emosional pekerja. Kemudian, terjadilah gejala psikosomatis yang mempengaruhi kesehatan fisik tubuh. Misalnya, rasa sakit perut hingga mual dan muntah saat perjalanan kantor, sakit kepala menjelang tidur malam.
Tanda-tanda pekerja mengalami gangguan kesehatan mental
Menurut Jasmine Patel dalam peoplescout.com, berikut adalah tanda-tanda karyawan yang sedang mengalami stres dan gangguan kesehatan pada mental mereka:
Rendahnya produktivitas dan motivasi untuk bekerja.
Mood karyawan mudah sekali berubah, seperti mudah nervous, mudah tersinggung, banyak diam.
Absen dalam beberapa hari. Bisa dengan alasan sakit, akan tetapi karyawan sedang butuh istirahat dan menghindari berbagai hal yang dapat menyerang mentalnya di kantor.
Emosional pekerja tidak stabil, bisa sedih hingga berhari-hari.
Menghindar dari interaksi sosial di kantor, baik dengan para atasan maupun rekan tim. Hal ini dikarenakan rasa takut berlebih jika obrolan akan menyinggung kepada kinerja dan suasana hati yang sedang tidak baik.
Sulit tidur karena memikirkan hal seperti apa yang akan terjadi di esok hari.
Cara mengelola kesehatan mental yang terganggu dari diri sendiri
Berikut beberapa contoh healing yang bisa kamu coba untuk relaksasi jiwa dan raga.
Membiasakan diri untuk hidup work life balance, yaitu menjalani kehidupan personal dan pekerjaan dengan seimbang.
Olahraga untuk membangun kesehatan fisik dan memperbaiki mood, minimal 3 kali dalam seminggu. Cobalah untuk tersenyum saat dan setelah olahraga, ya!
Makan makanan yang sehat dan penuh gizi, tapi tetap lezat!
Luangkan waktu untuk melakukan hobi yang kamu suka. Bisa kamu coba di hari libur kerja, atau setelah jam kerja.
Menjalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, dan orang terkasih dengan obrolan yang positif.
Cara perusahaan mengelola kesehatan mental karyawan
Lalu, bagaimana cara perusahaan dalam membantu para karyawan agar selalu terjaga kesehatan mental mereka?
Membuat program asistensi karyawan sebagai review apa saja kendala, kritik, serta saran para karyawan selama bekerja di perusahaan. Program ini gratis, tim manajemen bisa mengumpulkan berbagai testimoni kerja karyawan melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka.
Memberlakukan sistem kerja work from home atau hybrid dengan jam kerja yang fleksibel. Dikutip dari supportroom.com, studi dari The Bupa di Inggris menyatakan bahwa sistem kerja ini sangat membantu mengontrol mental karyawan dalam bekerja.
Menyediakan jasa konsultasi bersama psikolog yang biayanya ditanggung oleh perusahaan.
Memberi fasilitas asuransi kepada karyawan. Di Indonesia umumnya perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan para pekerja menyediakan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tim keuangan perusahaan bersedia menerima pengembalian dana ke karyawan jika berobat ke psikolog atau psikiater.
Suasana dan lingkungan di dunia kerja sangatlah kompleks dan kita tidak bisa duga sebelumnya. Jika perusahaan tempat kamu bekerja tidak memberikan ruang kesejahteraan dengan jelas, para atasan yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kerjamu, ditambah lagi dengan segala kerumitan pekerjaan yang membuatmu lelah secara mental hingga mengalami gangguan, kamu sangatlah butuh bantuan.
(Sumber: https://blog.skillacademy.com/pentingnya-kesehatan-mental)
2. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Pendidikan
Tantangan dan Persepsi Belajar Daring Selama Pandemi COVID-19
Oleh: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG. Subsp, KE(K)
Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan besar pada pendidikan di seluruh dunia, termasuk di India. Peralihan cepat menuju pembelajaran daring memaksa semua disiplin ilmu untuk beradaptasi, termasuk pendidikan kedokteran gigi yang menghadapi tantangan unik. Pendidikan kedokteran gigi tidak hanya bergantung pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis dan interaksi langsung dengan pasien, yang sulit dicapai melalui pembelajaran daring.
Sebelum pandemi, digitalisasi dalam pendidikan kedokteran gigi terutama difokuskan pada alat pelatihan praktis seperti CAD/CAM dan teknologi pencetakan 3D. Kuliah tatap muka masih menjadi metode utama untuk penyampaian pengetahuan, dan pembelajaran daring belum banyak dieksplorasi. Namun, pandemi COVID-19 telah mengubah hal ini, mendorong pembelajaran daring menjadi metode utama dalam pendidikan kedokteran gigi.
Kolaborasi penelitian yang melibatkan negara India, dimana karakteristik penduduknya mirip dengan Indonesia, diharapkan dapat mengungkap kelebihan, keterbatasan, dan area yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran daring di konteks pendidikan kedokteran gigi. Hasil temuan ini akan membantu dalam pengembangan kurikulum di masa depan, memungkinkan integrasi yang strategis antara pendekatan daring dan tradisional. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pengalaman pendidikan bagi mahasiswa kedokteran gigi. Dengan memastikan kurikulum yang seimbang yang memanfaatkan keunggulan pembelajaran daring dan luring, kita dapat membekali dokter gigi masa depan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk sukses dalam dunia perawatan kesehatan yang terus berkembang.
(Sumber: https://unair.ac.id/tantangan-dan-persepsi-belajar-daring- selama-pandemi-covid19)
Baca juga: Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, & Cara Membuat
3. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Kesehatan
Diabetes dan Hipertensi pada Pasien Gigi
Oleh: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG. Subsp, KE(K)
Peningkatan insiden penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2 (T2DM) dan hipertensi (HTN) menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan global. Kedua penyakit ini tidak hanya merusak kesehatan secara umum tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mulut. Diabetes tipe 2 ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi secara kronis, sedangkan hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang konsisten tinggi.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara T2DM, HTN, dan kesehatan gigi, khususnya dalam konteks terapi endodontik, yaitu perawatan saluran akar. Pasien dengan diabetes tipe 2 dan hipertensi sering memerlukan terapi endodontik.
Mereka juga lebih mungkin memiliki penyakit sistemik seperti obesitas, penyakit arteri koroner, dan hiperlipidemia. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan sistemik pasien saat memberikan terapi endodontik. Pasien dengan T2DM yang tidak terkontrol memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan endodontik dan penyembuhan yang tidak optimal. Selain itu, kondisi gigi yang buruk dapat mempengaruhi kontrol glukosa dan memperburuk hipertensi.
Di Indonesia, prevalensi diabetes tipe 2 dan hipertensi meningkat dengan cepat, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya. Data menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,8% pada tahun 2013 dan diperkirakan akan terus meningkat. Prevalensi diabetes tipe 2 pada tahun 2018 adalah 10,9% dan diperkirakan akan mencapai 16,7% pada tahun 2030.
Penelitian ini bertujuan untuk menutup kesenjangan pengetahuan tersebut dengan meneliti prevalensi T2DM dan HTN di antara pasien yang mencari perawatan gigi. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat tercipta program perawatan yang lebih efektif dan personalisasi untuk pasien dengan T2DM dan HTN, sehingga dapat meningkatkan kesehatan gigi dan kesejahteraan umum mereka.
(Sumber: https://unair.ac.id/diabetes-dan-hipertensi-pada-pasien-gigi/)
4. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Lingkungan
Mengoptimalkan Potensi Upcycle dan Recycle untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Oleh: Phima Ruthia D. & Jovi Sulistiawan
Industri fashion dikenal sebagai industri yang tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan, berdampak besar pada lingkungan selama proses produksi, penjualan, dan konsumsi (Kim, Jung, & Lee, 2021). Konsumsi pakaian dan alas kaki di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 3,4% setiap tahunnya, mencapai 102 juta ton pada tahun 2030 dari titik awal 62 juta ton pada tahun 2015 menurut proyeksi Worldwide Fashion Agenda (GFA) dan Boston Consulting Group (BCG) (Kerr & Landry, 2017). Namun, tren daur ulang limbah tekstil saat ini hanya sekitar 12%. Pada tahun 2050, industri fashion diperkirakan akan menyumbang 25% dari emisi karbon global (Kim et al., 2021). Oleh karena itu, solusi berkelanjutan untuk mengurangi penggunaan sumber daya dan limbah yang meningkat dari industri fashion semakin penting.
Upcycle dan recycle telah menjadi solusi berkelanjutan, menurut Grappi, Bergianti, Gabrielli, dan Baghi (2024). Mereka juga menunjukkan bahwa industri, warga, dan ilmuwan yang peduli lingkungan masih memperhatikannya. Kekhawatiran yang meningkat tentang ketersediaan sumber daya dan volume limbah yang meningkat mendorong kecenderungan ini. Implementasi metode daur ulang dan upcycle dalam konsumsi pakaian yang berkelanjutan sangat penting untuk memperpanjang umur pakaian dan bahan tersebut, secara signifikan mengurangi jumlah limbah, mendorong ekonomi sirkular, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan (Grappi et al., 2024; Park & Lin, 2020).
Secara keseluruhan, penelitian ini meningkatkan pengetahuan kita tentang alasan mengapa orang menggunakan pakaian berkelanjutan. Ini menunjukkan hubungan yang kompleks antara sikap, motivasi internal, dan niat untuk membeli. Studi ini sangat berguna bagi para profesional industri fashion dan pembuat kebijakan yang ingin mendorong praktik berkelanjutan dan keterlibatan konsumen untuk menciptakan industri fashion yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan peduli lingkungan sebagai tanggapan terhadap masalah lingkungan yang disebabkan oleh fast fashion.
(Sumber: https://unair.ac.id/mengoptimalkan-potensi-upcycle-dan-recycle- untuk-lingkungan-yang-lebih-baik/)
5. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Wisata
Pariwisata, Media, dan Era Pasca Pandemi
Oleh: Bramantio, S.S., M.Hum. Rima Firdaus, S.Hum., M.Hum. Dr. Nadya Afdholy, S.Hum., M.Pd., M.Hum.
Industri pariwisata Namibia berangsur pulih dari dampak pandemi menyusul berakhirnya pandemi Covid-19 pada 2021. Salah satu yang ditengarai menjadi pendorong pariwisata adalah media informasi. Artikel ini membahas tentang konstruksi pariwisata Namibia di Era Pasca Pandemi oleh media Namibia. Penelitian ini mengambil sampel data dari website berjudul “Namibia Endless Horizons” yang dapat diakses melalui alamat website resmi visitnambia.com.na dengan menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) Norman Fairclough. Media tidak sekedar menyampaikan informasi tetapi sekaligus mengkonstruksi realitas. Realitas dalam hal ini adalah pariwisata di Namibia dan tagline yang mewakili citra dan identitas Namibia kepada wisatawan.
Setelah berakhirnya pandemi Covid-19 pada tahun 2021, industri pariwisata Namibia secara bertahap pulih dari dampak pandemi, dengan peningkatan kedatangan wisatawan dan penyusunan Rencana Pemulihan Pariwisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pariwisata di Namibia. Salah satu hal yang diduga menjadi unsur pendorong pariwisata adalah informasi yang dibentuk oleh media. Liputan media dapat berperan penting dalam meningkatkan pariwisata. Liputan media yang positif dapat menciptakan kesadaran tentang suatu destinasi, membangkitkan minat wisatawan, dan mendorong mereka untuk berkunjung.
Pada artikel ini dilakukan analisis wacana terhadap website-website yang membahas tentang pariwisata di Namibia. Media tidak sekedar menyampaikan informasi tetapi sekaligus mengkonstruksi realitas. Realitas dalam hal ini adalah pariwisata di Namibia. Melalui sintesis tagline “Liberating, Soulful, Rugged, Natural”, diksi, dan gambar pada website visitnamibia.com.na, Namibia hadir sebagai destinasi wisata yang berfokus pada wisata alam bebas.
(Sumber: https://unair.ac.id/pariwisata-media-dan-era-pasca-pandemi/)
6. Contoh Artikel Ilmiah Populer PDF
Contoh Artikel Ilmiah Populer PDF
(Sumber: https://www.researchgate.net/publication/347330706_Artikel_populer_Gangguan_Kesehatan_Mental_Remaja_pada_masa_pandemi)
7. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Penelitian Ekosistem Laut
Ancaman Tersembunyi Mikroplastik bagi Ekosistem Laut
Oleh: Muhamad Amin
Mikroplastik (MPs) telah muncul sebagai salah satu masalah lingkungan laut global yang mendesak, dan Indonesia tidak luput dari tantangan ini. Mikroplastik, yang merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm, dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk pembongkaran barang plastik, degradasi plastik yang lebih besar, serta produk kosmetik dan tekstil. Meskipun dampak mikroplastik pada kesehatan manusia dan ekosistem laut mulai mendapat perhatian, penelitian mengenai efek langsungnya pada organisme akuatik masih terbatas.
Dalam upaya memahami lebih lanjut mengenai permasalahan ini, sebuah studi kasus dilakukan di Pulau Biawak, Jawa Barat, Indonesia, yang bertujuan untuk menyelidiki keberadaan dan pengaruh mikroplastik pada sedimen mangrove dan ikan terumbu karang di kawasan tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan di semua sampel sedimen yang diambil dari ketiga stasiun. Kelimpahan mikroplastik di sedimen tercatat bervariasi, dengan 1.422 partikel per kg berat kering sedimen di Stasiun A, 1.185 partikel di Stasiun B, dan 59,8 partikel di Stasiun C. Temuan ini mengindikasikan bahwa area dengan tutupan mangrove yang lebih luas cenderung memiliki tingkat pencemaran mikroplastik yang lebih tinggi, yang mungkin disebabkan oleh kemampuan mangrove dalam menyerap dan menahan partikel-partikel ini dari aliran air.
Penelitian ini menegaskan bahwa mikroplastik telah mencemari sedimen di Pulau Biawak, dengan kelimpahan yang lebih tinggi di area dengan tutupan mangrove yang lebih luas. Ditemukan juga bahwa ikan terumbu karang dari ketiga famili yang diteliti telah mengonsumsi mikroplastik, dengan famili Lutjanidae menunjukkan akumulasi terbesar di saluran pencernaannya. Dengan hasil ini, perlu ada upaya lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang mikroplastik pada kesehatan ekosistem laut.
(Sumber: https://unair.ac.id/ancaman-tersembunyi-mikroplastik-bagi-ekosistem-laut/)
8. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Hukum
Hukum dan Peraturan Untuk Mengatasi Degradasi Lahan di Asia
Oleh: Intan Innayatun Soeparna
Pada tahun 2021, lebih dari 40% lahan dunia mengalami degradasi lahan. Penyebab biofisik dan metode manajemen lahan yang tidak berkelanjutan adalah penyebab langsung dari degradasi lahan. Sementara itu, melindungi tanah dari kerusakan telah menjadi kewajiban moral dan elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan manusia.
Kantor Hukum Organisasi Pangan dan Pertanian (FAOLEX) mengumpulkan database kerangka hukum dan instrumen. Asia telah memiliki sekitar 1838 undang-undang peraturan manajemen dan perlindungan lahan. Peraturan degradasi lahan di Asia cukup beragam, beberapa terlalu spesifik tentang tingkat cakupan lahan atau masalah yang ditangani, sementara yang lain terlalu luas dan umum untuk menjadi bantuan praktis dalam mencegah dan memulihkan degradasi lahan. Sejumlah instrumen hukum internasional, seperti Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change) (UNFCCC), Konvensi tentang Keanekaragaman Biologis (CBD), dan Konvensi PBB untuk memerangi Desertifikasi (UNCCD), menetapkan aturan internasional yang dapat memfasilitasi pencegahan dan manajemen degradasi lahan di tingkat nasional ketika diterapkan.
Oleh karena itu, edisi khusus ini mengumpulkan penelitian berkualitas tinggi mengenai peran hukum dan peraturan dalam menciptakan kerangka kerja yang berkelanjutan dan efektif untuk mencegah dan memulihkan degradasi lahan di Asia. Beberapa makalah dalam edisi khusus ini berfokus pada undang-undang yang bertujuan untuk mencegah dan memulihkan degradasi lahan di beberapa negara Asia.
(Sumber: https://unair.ac.id/hukum-dan-peraturan-untuk- mengatasi-degradasi-lahan-di-asia/)
Baca juga: Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya
9. Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Ekonomi
Dampak Kesiapan Modal Manusia dan Modal Informasi terhadap Keberlanjutan Bisnis
Oleh: Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, Prof. Dr. Noorlailie Soewarno, Dewi Nabilah Anwar, Atika Fairuzi
Selama pandemi COVID-19, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan yang cukup berat, banyak di antaranya yang mengalami keterpurukan atau kebangkrutan. Untuk bertahan dan berkembang di masa krisis ini, UMKM harus merangkul kreativitas dan inovasi dengan tetap mengedepankan keberlanjutan usaha yang mencakup dimensi finansial, sosial, dan lingkungan.
UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB (GDP), penciptaan lapangan kerja, investasi, dan ekspor, dengan lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia mencakup 99% lapangan kerja dan menyumbang 61,07% dari total PDB. Di Jawa Timur saja, UMKM mengalami pertumbuhan pesat dari 4,2 juta pada tahun 2012 menjadi 9,78 juta pada tahun 2018, mendominasi 99% kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Namun pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar terhadap UMKM sehingga mendorong adanya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan usaha mereka. Kajian tersebut berfokus pada 3.907 UMKM di Jawa Timur binaan Dinas Koperasi dan UKM yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan manufaktur.
Deng
Komentar
Posting Komentar